Sunday, June 19, 2016

Anda Bisa Melakukan 7 Jenis Olahraga Ini Saat Berpuasa Agar Kesehatan Tetap Terjaga


Saat ini kaum muslim tengah memasuki bulan suci Ramadan. Ketika berpuasa, tanpa disadari kinerja tubuh perlahan berubah dan menyesuaikan diri. Saat berpuasa tubuh memproduksi energi sendiri dengan membakar nutrisi yang tersimpan dalam tubuh, seperti cadangan lemak, karbohidrat, dan gula untuk memproduksi energi. Puasa merupakan jenis ibadah yang dilakukan oleh seluruh umat Islam di dunia. Berpuasa berarti menahan hawa nafsu juga menahan diri dari makan dan minum, dimulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari. Saat bulan Ramadan, ada kalanya kendala untuk berolahraga muncul karena berpuasa. Namun sebenarnya, terdapat 7 Jenis Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan saat Berpuasa. Olahraga yang terdiri dari 7 Jenis Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan saat Berpuasa ini dianjurkan bagi muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa.

Kesehatan tubuh adalah hal terpenting. Sebelum berolahraga, utamanya saat berpuasa, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan dan tidak boleh dilewatkan. Kita perlu menjaga pola makan secara teratur saat melakukan sahur dan buka puasa, cukupi kebutuhan minum selama sahur dan usahakan sahur di waktu mendekati imsak, dan tidak menunda waktu berbuka. Lakukan olahraga di pagi hari, beberapa jam setelah sahur dan shalat subuh, atau di sore hari menjelang berbuka puasa. Jaga pula pola tidur kita untuk mencukupi waktu istirahat, dan tetap lakukan pemanasan dan pendinginan sebelum melakukan olahraga.

Olahraga memungkinkan tubuh untuk tetap prima dalam berbagai kondisi. Utamanya saat berpuasa, olahraga ringan tetap perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa melakukan beberapa gerakan olahraga ringan setelah sahur dan/atau sebelum berbuka puasa, mampu menyeimbangkan dan menjaga kebugaran tubuh meski sedang berpuasa. Berikut akan dipaparkan beberapa jenis olahraga ringan yang dapat dilakukan saat berpuasa.


1. Jogging/Treadmill Ringan


 

Jogging dengan intensitas ringan sangat baik untuk dilakukan selama berpuasa. Kita bisa melakukan jogging beberapa jam setelah melakukan sahur di pagi hari dan/atau saat sore menjelang waktu berbuka. Jogging di pagi hari memungkinkan kita tidak merasa terlalu lelah, karena masih banyaknya energi yang tersimpan di dalam tubuh setelah makan sahur. Lakukanjogging ringan selama 20-30 menit untuk menjaga kebugaran tubuh saat berpuasa, namun tetap pasang intensitas jogging yang ringan demi mencegah terjadinya dehidrasi yang berlebihan.

2. Bersepeda


 

Bersepeda merupakan jenis olahraga alternatif ringan yang juga bisa dilakukan saat berpuasa. Bersepeda selama berpuasa dapat dilakukan pada pagi hari atau setelah subuh, dengan jenis sepeda statis ataupun dinamis. Lakukan aktivitas bersepeda sampai sekitar 45 menit untuk tetap menjaga kebugaran tubuh. Bersepeda selama kurang lebih 45 menit akan membakar sekitar 300 kalori untuk wanita, dan 350 kalori untuk pria.

3. Bowling


 
Bowling merupakan salah satu jenis olahraga yang condong kepada bentuk permainan. Olahraga ini membantu kita menjadi lebih rileks dan tetap berstamina. Bowling menjadi salah satu jenis olahraga ringan yang juga bisa kita lakukan selama berpuasa. Kita dapat bermainbowling selama menunggu waktu berbuka puasa dengan tetap menjaga keseimbangan gerak tubuh agar stamina tetap terjaga.

4. Renang


 

Menjadi salah satu jenis olahraga yang bisa membakar kalori dengan baik, renang dapat kita pilih sebagai jenis olahraga ringan yang bisa dilakukan selama berpuasa. Kita dapat mengisi waktu berbuka dengan berenang selama kurang lebih 30 menit. Berenang selama 30 menit terbukti mampu membakar 360 kalori bagi wanita dan 420 kalori bagi pria. Namun saat melakukan renang, tetaplah berhati-hati untuk mencegah masuknya air ke dalam mulut yang mungkin bisa membatalkan puasa.

5. Jalan Cepat


 

Jalan cepat menjadi alternatif olahraga ringan lainnya yang bisa dilakukan selama berpuasa. Kita bisa melakukan olahraga jalan cepat bersama rekan di tempat-tempat dan waktu yang tidak terbatas. Jalan cepat yang dilakukan selama kurang lebih 30 menit akan membantu kita untuk menjaga keseimbangan tubuh saat berpuasa. Lakukan olahraga jalan cepat saat menjelang berbuka.

6. Yoga


 

Selain mampu menjaga pikiran tetap rileks, yoga juga menjadi salah satu jenis olahraga ringan yang dapat membantu dan mempercepat proses detoksifikasi di dalam tubuh. Prosesi yoga yang berfokus pada pelatihan teknik pernapasan, akan membantu proses penyuplaian oksigen ke dalam otak dan membantu kita untuk tetap berpikir jernih, merasa tenang, juga nyaman selama berpuasa. Yoga dapat dilakukan kapan pun selama berpuasa. Pilihlah lokasi yang tenang dan jauh dari keramaian untuk dapat melakukan yoga yang maksimal.

7. Naik Turun Tangga


 


Terkesan sepele, namun aktivitas naik turun tangga terbukti menjadi jenis olahraga yang mampu dilakukan saat berpuasa. Olahraga ini tergolong ringan namun mampu menimbulkan dehidrasi jika kita tidak melakukannya dengan prosedur yang baik. Naik turun tangga selama kurang lebih 10 menit akan membantu menurunkan kalori di dalam tubuh, sebesar 178 kalori. Lakukan olahraga ini dengan intensitas normal dan tidak berlebihan.

Beberapa jenis olahraga tersebut dapat kita lakukan selama menjalankan puasa di bulan Ramadan. Hal terpenting yang perlu diterapkan selama melakukan olahraga saat berpuasa adalah tetap berpikiran positif dan jauhi rasa malas yang sering menyerang. Pasang sugesti kuat untuk mampu melakukan olahraga dengan 7 Jenis Olahraga Ringan yang Bisa Dilakukan saat Berpuasa. Jangan jadikan puasa sebagai alasan yang mampu menghalangi rutinitas berolahraga yang biasa dilakukan saat tidak berpuasa. Selamat berpuasa, selamat berolahraga dan selamat mencoba!

Friday, June 10, 2016

Ngantuk dan Lemas saat Puasa ? Simak Penjelasan Kesalahan Saat Sahur Berikut Ini !itu



Apakah Amda termasuk salah satu orang yang mengalami mengantuk dan lemas dari banyak  orang yang menjalani puasa beberapa hari belakangan ini ? Belum terlambat untuk mengubah pola makan Anda saat sahur agar keluhan tersebut tak datang lagi.

Kenapa pola makan? Menu yang dimakan bisa memengaruhi kerja tubuh Anda selama seharian penuh. Jenis asupan yang dikonsumsi saat sahur oleh kebanyakan orang selama ini tinggi karbohidrat dan gula. Misalnya saja nasi putih yang sampai saat ini masih menjadi pilihan umum saat makan.

Dijelaskan praktisi gaya hidup dr. Phaidon L. Toruan, nasi putih termasuk karbohidrat sederhana. Jenis kaborhidrat ini akan cepat menaikkan gula darah tapi dengan segera juga menurunkannya. Tubuh pun terasa lemas, ngantuk, cepat lapar, serta ingin makan dan makan lagi.

Begitu juga dengan minuman seperti teh manis hangat yang kerap dikonsumsi orang saat sahur. Anggapan yang selama ini ada dengan minum teh manis puasa bisa menjadi lebih bertenaga. Kenyataannya anggapan itu salah.

Menurut dr. Phaidon, mengonsumsi gula hanya akan membuat tubuh cepat lemas. Gula memang bisa memberi tambahan energi dengan instan, tapi menurut dr. Phaidon, itu adalah energi palsu.

"Gula membuat kadar gula darah cepat naik, tapi cepat juga turunnya. Akibatnya tubuh jadi cepat lemas. Sebaiknya minum jus buah alami tanpa gula," tuturnya.

Lantas pola makan seperti apa yang baik untuk sahur? Food combining bisa menjadi pilihan. Praktisi Yoga dan Food Combining, Erikar Lebang, dalam buku terbarunya 'Food Combining di Bulan Ramadan' menjelaskan kenapa cara tersebut bisa membuat Anda tidak lemas dan ngantuk saat puasa.

Dalam aturan food combining, santapan sahur yang dianjurkan adalah memulainya dengan mengonsumsi buah. Buah dianjurkan karena waktu sahur, jika dilihat dalam siklus sirkadian, sebenaranya adalah fase di saat tubuh melakukan pembuangan. Saat fase ini terjadi, tubuh butuh energi yang sangat besar. Jadi jika Anda malah akan mengganggunya jika mengonsumsi makanan berat.

Setelah makan buah, pilih menu karbohidrat kompleks sebagai menu sahur lanjutan. Jangan konsumsi menu karbohidrat tersebut dengan protein, karena ini tidak sesuai dengan aturan food combining. Gabungkan karbohidrat tersebut dengan sayur segar.

Walaupun dalam aturan food combining protein bisa dikonsumsi dengan sayuran, sebaiknya saat sahur hindari kombinasi tersebut. Dikatakan Erikar dalam bukunya, protein hewani sangat sulit dicerna oleh tubuh. Hal itu karena proses pemilahannya menjadi asam amino terlalu rumit dan menyita energi.

"Itulah sebabnya pelaku puasa Ramadan yang mengubah menu sahurnya dari padat protein hewani menjadi karbohidrat serta sayuran segar mengatakan tubuhnya jauh lebih bugar, bertenaga, tidak mudah lapar, serta jauh dari rasa kantuk," urai pria yang juga sudah menulis buku 'Mitos dan Fakta Kesehatan' itu.

Tuesday, June 7, 2016

Ingin Tetap Cantik Saat Berpuasa Di Bulan Ramadhan? Simak Tips Berikut Ini !


Pada siang hari saat berpuasa tubuh akan kekurangan asupan air, didukung juga  selama Ramadhan, cuaca juga cukup terik. Tapi Alhamdulillah kadang puasa saat ini banyak diselingi dengan cuaca yang teduh dan kadang di ikuti hujan. Hal ini juga akan berpengaruh pada penampilan, kulit menjadi lebih kering, badan terasa lemas, penampilan terlihat lesu, dan gangguan penampilan lainnya. Untuk itu kami mencoba berbagi tips cantik agar kita tetap bisa tampil cantik meskipun sedang berpuasa di bulan Ramadhan ini. Puasa biasanya bikin kita lesu dan terlihat kurang bersemangat sehingga mempengaruhi kecantikan. Berikut ini tips cantik meskipun sedang menjalankan puasa


Tips Cantik dengan Menjaga penampilan dari dalam:

  • Menjaga asupan cairan dengan banyak minum air putih di rentang waktu antara usai buka hingga saat sahur tiba. Sebaiknya hindari banyak minum yang manis. Hal ini untuk menghindari terjadinya dehidrasi di siang hari, karena tubuh tidak mendapatkan asupan air selama 12 jam.
  • Perbanyak asupan protein seperti daging, ikan, sayur, kacang-kacangan, dan buah saat sahur dan buka puasa karena akan menjaga kulit, kuku, rambut tetap sehat dan lembab. Meskipun demikian juga jangan mengabaikan karbohidrat hanya saja jangan mengasup terlalu banyak karbohidrat karena hanya akan membuat Anda terlalu kenyang.
  • Hindari makanan asin dan kurangi kandungan garam dalam menu masakan selama bulan puasa agar tubuh tetap bisa menjaga kadar air yang stabil.
  • Berikan waktu tidur yang cukup. Anda memang harus melaksanakan shalat Tarawih di malam hari, namun paling lambat jam 9 shalat Tarawih sudah usai dan segeralah beristirahat, karena esok pagi jam 3 Anda juga sudah harus bangun untuk menyiapkan makan sahur.

Tips cantik dengan menjaga penampilan dari luar:

  • Selama Ramadhan biasanya siang hari akan terasa lebih terik, jadi untuk menjaga kulit, gunakan sunscreen. Formula sunscreen juga akan membantu menjaga kelembaban kulit Anda sebagai tips cantik selama berpuasa Ramadhan.
  • Karena selama berpuasa Anda tidak mungkin minum di siang hari, untuk menjaga kulit tetap segar, gunakan moisturizer dengan kadar air lebih tinggi dan cepat terserap ke dalam kulit. Anda juga bisa sesekali menyemprotkan face mist ke wajah Anda. Jangan lupa oleskan pelembab ringan usai mengambil wudhu.
  • Jangan menjilat bibir karena akan menambah kering bibir, sebaiknya oleskan lip balm
  • Usapkan hair tonic atau vitamin rambut untuk menjaga rambut tetap terlihat lembab dan berkilau
  • Gunakan make up minimalis agar kulit bisa bernafas dan terjaga kesehatannya
  • Gunakan aroma parfum segar seperti green tea atau mint, hindari parfum beraroma buah dan makanan sebagai toleransi terhadap orang lain yang berpuasa.

Demikian tips cantik yang bisa kami bagikan, mudah-mudahan bisa bermanfaat.

Monday, June 6, 2016

Apa sih Kaitannya Puasa dengan Kesehatan? Simak Ulasannya Berikut Ini !


Kata puasa dalam bahasa arabnya adalah shaum dan shiyam. Puasa menurut etimologi/bahasa adalah menahan diri (imsak). Sedangkan menurut terminologi/istilah syara puasa adalah salah satu ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Menurut Quraish Shihab, Alquran menggunakan kata shiyam dan shaum untuk menunjukkan arti puasa. Kata shiyam terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 183. Sedangkan kata shaum terdapat dalam surah Maryam ayat 26. Baik shiyam maupun shaum berasal dari satu kata yang artinya menahan diri.Persamaan shaum dan shiyam adalah bahwa kedua-duanya adalah menahan diri. Orang yang tidak menahan dirinya dalam hal-hal yang tidak dibenarkan agama, maka dinamakan bahwa orang tersebut tidak melakukan shaum ataupun shiyam.

Puasa terdiri dari 3 tingkatan Pertama, Puasa Perut. Tingkatan paling awal adalah puasa memenuhi syariat, yakni puasa muslim pada umumnya. Kedua, Puasa Hawa Nafsu. Tingkatan selanjutnya setelah puasa perut, puasa sesuai syariat yg diikuti menahan hawa nafsu. “Apabila engkau berpuasa hendaklah telingamu berpuasa, juga matamu, lidahmu dan mulutmu, tanganmu dan setiap anggota tubuhmu atau setiap panca inderamu”. (Hadits Nabi SAW). Ketiga, Puasa Qolbu (Hati). Tingkatan tertinggi setelah puasa hawa nafsu, puasa yang diikuti dengan menahan dari segala kecenderungan yang rendah dan pikiran yang bersifat duniawi, serta memalingkan diri dari segala sesuatu selain Allah. Keadaan Sadar (Kesadaran) atau perilaku/ perbuatan secara sadar dan mengingat Allah (zikrullah) inilah kunci dari takwa. Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan “Puasa qolbu adalah menahan diri dari segala pikiran dan perasaan yang menyebabkan terjatuh pada dosa”.

Puasa Ramadhan
Puasa ramadhan adalah salah satu bentuk ibadah puasa yang wajib bagi orang islam yang sudah memenuhi syarat dan rukunnya dengan mengharap ridha kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari semua hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan berniat terlebih dahulu pada malam harinya.

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan
Syarat puasa adalah sesuatu yang harus terpenuhi sebelum melaksanakan puasa.Syarat puasa ramadhan yaitu Pertama, Beragama Islam. Kedua,Sudah baligh.Ketiga,Berakal sehat/tidak gila. Keempat,Tamyiz/sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak.Kelima,Mampu fisiknya secara syariat.Keenam,Tidak sedang haid,nifas,melahirkan saat puasa walaupun tidak ada darah saat melahirkan. Rukun puasa adalah sesuatu yang harus dilakukan saat pelaksanaan puasa. Rukun puasa dalam madzhab Syafi’i ada 4 (empat) yaitu Pertama, Niat dalam hati. Puasa ramadhan dianggap tidak sah tanpa disertai dengan niat yang dilakukan di malam hari sebelum subuh (terbitnya fajar). Kedua,Menahan diri dari makan dan minum walaupun sedikit. Ketiga, Menahan diri dari jima’ (melakukan hubungan intim dengan suami / istri).  Keempat ,Menahan diri dari muntah yang disengaja.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Menurut Kitab Fatkhul Qorib bahwa ada 10 perkara yang membatalkan puasa Ramadhan atau puasa sunnah yaitu Pertama, Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga atau kepala seperti mulut, kuping, dan lain atau yang tertutup. Kedua,Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga yang tertutup. Ketiga,Masuknya obat melalui jalan depan (kemaluan) atau belakang (anus). Keempat, Muntah secara sengaja. Kelima, Hubungan intim (jima’) suami istri dengan sengaja. Keenam, Keluar sperma selain jima’ seperti onani, mengkhayal, atau mencium istrinya dengan syahwat. Ketujuh, Haid. Kedelapan,Nifas. Kesembilan, Gila. Kesepuluh, Murtad atau keluar dari Islam. Adapun Perilaku yang membuat puasa seseorang sah namun tidak mendapat pahala dan fadhilah puasa yaitu ghibah (gosip), adu domba, berbohong, memandang lawan jenis dengan syahwat, sumpah palsu, berkata jorok, porno / jelek.

Manfaat Puasa Ramadhan
Menurut Al Arabiya ada 4 (empat) manfaat yang luar biasa yang bisa dapatkan dari puasa yaitu Perama, Menciptakan ketenangan hati dan pikiran. Di balik indahnya puasa di bulan suci ramdhan, banyak umat muslim mempraktikkan kemurahan hati dengan beramal, berkumpul bersama keluarga di meja ifthar, meningkatkan spiritualitas dengan berdoa dan pengendalian diri dengan berlatih berperilaku baik. Ternyata kebiasaan tersebut membangun perasaan damai, ketenangan, dan kepuasan diri. Kedua, Menurunkan kolesterol jahat. Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh Annals of nutrition Metabolism pada 1997 di mana di dalam data tersebut menunjukkan bahwa puasa mampu menurunkan LDL atau kolesterol jahat sebesar 8%, trigliserida sebesar 30%, selain itu juga meningkatkan kolesterol baik sebesar 14.3% sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung. Ketiga,Membantu mengatasi ketergantungan. Banyak orang yang tidak mampu menjauhkan diri mereka dari yang namanya rokok, makanan, minuman, berbohong bahkan bergunjing. Nah, dengan puasa saat seperti ini maka tubuh kita mampu menyesuaikan diri dengan latihan menahan diri dari ketergantungan-ketergantungan yang terjadi saat kita tidak berpuasa. Keempat, Meningkatkan pemecahan lemak dan menurunkan berat badan saat anda sedang berpuasa seperti sekarang ini, cadangan lemak yang ada di tubuh Anda akan diubah menjadi energi yang menggantikan asupan makanan yang menjadi sesering saat tak berpuasa. Jika anda bisa dan mampu mempertahankan kebiasaan makan dengan sedikit makanan tentunya hal tersebut akan sangat membantu membuang lemak yang tak perlu.

Hikmah Puasa untuk Kesehatan
Sebuah hadis dalam kitab At-Targhib Wa Tarhib menyebutkan sabda Rasulullah SAW : Shumu Tasikhu artinya berpuasalah kamu maka niscaya kamu akan sehat. Berpuasa, selain membentuk pribadi yang bertakwa, ternyata bisa menyehatkan jasmani bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berikut pendapat para ahli kesehatan dunia tentang manfaat puasa:

Menurut Dokter MAT Assegaf, ada 63 penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia diakibatkan oleh kesalahan pola makan dan minum. Berpuasa didefinisikan sebagai periode tubuh yang pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu. Bertolak belakang dengan persepsi bahwa berpuasa memperburuk kesehatan, justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh.Dr Alexius Karl, seorang doktor ahli bedah dan psikiater berkebangsaan Amerika sekaligus peraih hadiah nobel untuk bidang kedokteran, mengemukakan bahwa salah satu cara yang paling ampuh dalam menyehatkan fungsi makanan adalah denga berpuasa. (Majalah al-Wa’yu al Islami, Ramadhan, 1930 H/ 1970 M, terbitan Kementrian Waqaf dan Agama Kuwait). Jalal Saour Berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, serta mencegah penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung. (Jalal, Riyad, 1990). Elson M Haas MD, Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan bahwa, dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building (toning).  Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia Barat. Kebanyakan orang di Barat mengalami over eating atau makan berlebihan, makan dengan protein yang berlebihan, dan lemak yang berlebihan pula. Masih menurutnya, puasa dapat mengobati penyakit seperti Influenza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, asma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia.
Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan, mengatakan bahwa puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stres. Dia bersama tim dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan, tahun 1990, dari RS Universitas King Khalid, Riyadh, Saudi Arabia, melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin) dan beberapa orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan Ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan.
Menurut situs doktersehat.com bahwa pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, di antaranya yaitu memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stress, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis. Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya. Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam. Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.
Oleh karena itu tidaklah merugi bagi orang-orang yang rajin berpuasa,malah justru sudah dijamin kesehatannya oleh Allah SWT. Mari berpuasa ramadhan sebulan penuh untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.


Sunday, June 5, 2016

Kenapa sih Allah SWT Memberiku Sakit ??



“Allah itu nggak adil, kenapa aku diberi sakit lama gini?”

“Kenapa harus aku yang sakit?”

Mungkin, begitulah perkataan atau bisikan setan yang tak jarang terbesit di hati orang yang sedang sakit.

Apakah kita lupa kalau sakit itu adalah takdir Allah?
Dan sesuai akidah, takdir Allah itu selalu baik dan pasti ada hikmahnya. Tak terkecuali tentang sakit. Ketika Allah memberikan ujian berupa sakit kepada diri kita, yakinlah itu adalah bentuk sayang dariNya.

Ada beberapa hadits Rasulullah mengenai sakit yang mungkin bisa membuat kita mengerti mengapa Allah memberi kita sakit. Sakit adalah ujian.

Nabi Shallallahu’ alihi Wasalam bersabda:

“Sesungguhnya, pahala yang besar didapatkan melalui cobaan yang besar pula. Apabila Allah mencintai seseorang, maka Allah akan memberikan cobaan kepadanya, barang siapa yang ridha (menerimanya) maka Allah akan meridhainya dan barangsiapa yang murka (menerimanya) maka Allah marah kepadanya.”
Sakit menghapuskan dosa.

Nabi Shallallahu’ alihi Wasalam bersabda :

“Setiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.”
Maka dari itu, bergembiralah dan senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Karena bisa jadi melalui penyakit tersebut kita bersih dari dosa bahkan tidak mempunyai dosa seperti layaknya seorang anak yang baru terlahir.

Nabi Shallallahu alihi Wasallam bersabda:

“Cobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, anaknya maupun hartanya, sehingga ia bertemu Allah tanpa dosa sedikit pun.”
Karena itu marilah berbaik sangka, sabar dan tabah dalam menghadapi apa yang telah Allah tuliskan pada kita. Dan jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah. Di setiap kesulitan pasti juga ada paket solusinya.
HR. At-Tirmidzi 2396
HR. Al-Bukhari 5661
HR. Ahmad, At-Tirmidzi


Saturday, June 4, 2016

Gaya Hidup Rasulullah SAW di Tiru Aktor Laga Van Damme Untuk Jaga Kebugarannya



Aktor laga asal Begia, Jean-Claude Van Damme diusia 55 tahun masih memiliki tubuh dan stamina yang prima. Dalam menjaga stamina agar tetap prima, Van Damme ternyata memiliki cara yang tak diduga. Ia mengaku mengikuti kebiasaan hidup dari Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah sesi wawancara yang di lansir republika.co.id, Van Damme ditanya mengenai pola makan yang sehat. Van Damme kemudian menjawab bahwa ia mengikuti pola makan seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW dalam ajaran Islam. “Bacalah. Temuan-temuan dari Muslim, banyak hal baik (di situ). Nabi Muhammad sangat cerdas,” ungkap Van Damme mengawali penjelasannya.

Van Damme menilai Nabi Muhammad SAW sebagai sosok yang cerdas karena beliau dapat mengetahui apa yang baik dan tidak baik bagi tubuh di masa depan. Seperti yang telah diketahui, Rasulullah telah mencontohkan gaya hidup yang menghindari makanan atau minuman yang memiliki dampak tidak baik bagi kesehatan tubuh. Salah satu yang dicontohkan ialah alkohol.

“Beliau (Nabi Muhammad) mengetahui apa yang baik untuk masa depan, mengenai tubuh,” tambah Van Damme.

Tak hanya sekadar mengikuti gaya hidup ala Rasullullah, Van Damme pun mengajak agar orang-orang untuk membuktikan sendiri manfaat baik dari meniru gaya hidup Rasulullah juga. Bagi Van Damme, semua yang dibutuhkan untuk menjaga kebugaran tubuh telah ada dalam ajaran mengenai pola makan sehat yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad.
“Percayalah pada saya, kamu mendapatkan semua yang kamu butuhkan di situ,” pesan Van Damme.

Sementara itu Seumur hidupnya, Rasulullah hanya pernah mengalami dua kali sakit. Pertama, ketika diracun oleh seorang wanita Yahudi yang menghidangkan makanan kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam di Madinah. Kedua, ketika menjelang wafatnya.

Berikut beberapa pola hidup Rasulullah:

1.Rasulullah SAW cepat tidur dan cepat bangun

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak menganjurkan umatnya untuk begadang. Hal itu yang melatari beliau tidak menyukai berbincang-bincang dan makan sesudah waktu isya.
Jika sudah waktunya tidur, maka Rasulullah SAW akan cepat tidur. Tidur yang tepat di malam hari kira-kira adalah seusai istirahat setelah shalat Isya, kurang lebih pukul 21.30. Kemudian kira-kira pukul 03.00 sudah bangun di pertiga malam untuk shalat malam.
Dengan demikian waktu yang digunakan untuk tidur adalah kurang dari delapan jam. Dalam konteks ini, penggunaan waktu 24 jam dalam satu hari satu malam, adalah sepertiga untuk bekerja, sepertiga untuk beribadah kepada Allah, dan sepertiga lagi adalah untuk tidur yang cukup. Tentu saja, perbandingan ini tidaklah kaku, melainkan dalam pengertian dalam keseimbangan.

2. Rasulullah sering berpuasa

Puasa luar biasa ajaib karena dapat menyembuhkan ratusan jenis penyakit lainnya seperti:
– Tekanan darah tinggi
– Penyakit diabetes
– Penyakit asma dan saluran pernapasan
– Penyakit jantung dan pengerasan arteri
– Puasa menyembuhkan penyakit hati tanpa efek samping
– Menyembuhkan penyakit kulit khususnya alergi dan al-okzma kronis
– Puasa mencegah penyakit paru-paru
– Mencegah penyakit kanker
– Puasa dianggap sejata paling ampuh dalam dunia kedokteran


3. Jaga kebersihan

Rasulullah SAW senantiasa tampak bersih dan rapi. Setiap kamis atau jumat, beliau mencukur rambut halus di pipi, memotong kuku, bersiwak, serta memakai minyak wangi . Rosul juga sangat menjaga kebersihan mulut dan gigi melalui sunah Beliau bersiwaq sampai sekarang dianut oleh umatnya.

4. Menjaga Pola Makan

Di pagi hari pula Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli. Pada dasarnya, madu bisa menjadi obat berbagai penyakit. Ditinjau dari ilmu kesehatan, madu berfungsi untuk membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus dan menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan.

Masuk waktu dhuha (pagi menjelang siang), Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam senantiasa mengonsumsi tujuh butih kurma ajwa’ (matang). Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pernah bersabda, “Barang siapa yang makan tujuh butir kurma, maka akan terlindungi dari racun”.

Hal itu terbuki ketika seorang wanita Yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah pada sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar. Racun yang tertelan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam kemudian dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Salah seorang sahabat, Bisyir ibu al Barra’ yang ikut makan tersebut akhirnya meninggal, tetapi Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam selamat dari racun tersebut.

“Rasulullah saw bersabda: “Makanlah minyak zaitun dan berminyaklah dengannya. Sesungguhnya ia berasal dari pohon yang diberkahi.”(Diriwayatkan oleh Mahmud bin Ghailan, dari Abu Ahmad az Zubair, dan diriwayatkan pula oleh Abu Nu’aim, keduanya menerima dari Sufyan, dari ` Abdullah bin `Isa, dari seorang laki-laki ahli syam yang bernama Atha’, yang bersumber dari Abi Usaid r.a.)

Di malam hari, menu utama makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindungi dari serangan penyakit.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam tidak langsung tidur setelah makan malam. Beliau beraktivitas terlebih dahulu supaya makanan yang dikonsumsi masuk lambung dengan cepat dan baik sehingga mudah dicerna. Caranya juga bisa dengan shalat.

6. Berolahraga

Rasulullah pun melakukan berbagai jenis olahraga yang menunjukkan bahwa tubuh beliau tidak hanya sehat tetapi juga kuat. Beliau pernah berlomba lari, bertanding gulat, juga memanah.
Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

7. Berbekam

Said bin Jubir  berkata dari Ibn Abbas r.a bahwa Rasulullah saw bersabda:
“Kesembuhan dapat diperoleh dengan tiga cara: pertama dengan meminum madu (dengan obat herbal), kedua dengan berbekam/hijamah, dan ketiga dengan (terapi) besi panas. Dan aku tidak menganjurkan umatku untuk melakukan pengobatan dengan besi panas.” (HR. Bukhori)