Monday, June 6, 2016

Apa sih Kaitannya Puasa dengan Kesehatan? Simak Ulasannya Berikut Ini !

Apa sih Kaitannya Puasa dengan Kesehatan? Simak Ulasannya Berikut Ini !


Kata puasa dalam bahasa arabnya adalah shaum dan shiyam. Puasa menurut etimologi/bahasa adalah menahan diri (imsak). Sedangkan menurut terminologi/istilah syara puasa adalah salah satu ibadah kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari makan, minum, hawa nafsu, dan hal-hal lain yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari.

Menurut Quraish Shihab, Alquran menggunakan kata shiyam dan shaum untuk menunjukkan arti puasa. Kata shiyam terdapat dalam surah al-Baqarah ayat 183. Sedangkan kata shaum terdapat dalam surah Maryam ayat 26. Baik shiyam maupun shaum berasal dari satu kata yang artinya menahan diri.Persamaan shaum dan shiyam adalah bahwa kedua-duanya adalah menahan diri. Orang yang tidak menahan dirinya dalam hal-hal yang tidak dibenarkan agama, maka dinamakan bahwa orang tersebut tidak melakukan shaum ataupun shiyam.

Puasa terdiri dari 3 tingkatan Pertama, Puasa Perut. Tingkatan paling awal adalah puasa memenuhi syariat, yakni puasa muslim pada umumnya. Kedua, Puasa Hawa Nafsu. Tingkatan selanjutnya setelah puasa perut, puasa sesuai syariat yg diikuti menahan hawa nafsu. “Apabila engkau berpuasa hendaklah telingamu berpuasa, juga matamu, lidahmu dan mulutmu, tanganmu dan setiap anggota tubuhmu atau setiap panca inderamu”. (Hadits Nabi SAW). Ketiga, Puasa Qolbu (Hati). Tingkatan tertinggi setelah puasa hawa nafsu, puasa yang diikuti dengan menahan dari segala kecenderungan yang rendah dan pikiran yang bersifat duniawi, serta memalingkan diri dari segala sesuatu selain Allah. Keadaan Sadar (Kesadaran) atau perilaku/ perbuatan secara sadar dan mengingat Allah (zikrullah) inilah kunci dari takwa. Sayyidina Ali bin Abi Thalib mengatakan “Puasa qolbu adalah menahan diri dari segala pikiran dan perasaan yang menyebabkan terjatuh pada dosa”.

Puasa Ramadhan
Puasa ramadhan adalah salah satu bentuk ibadah puasa yang wajib bagi orang islam yang sudah memenuhi syarat dan rukunnya dengan mengharap ridha kepada Allah SWT dengan cara menahan diri dari semua hal-hal yang dapat membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan berniat terlebih dahulu pada malam harinya.

Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan
Syarat puasa adalah sesuatu yang harus terpenuhi sebelum melaksanakan puasa.Syarat puasa ramadhan yaitu Pertama, Beragama Islam. Kedua,Sudah baligh.Ketiga,Berakal sehat/tidak gila. Keempat,Tamyiz/sudah bisa membedakan mana yang baik dan tidak.Kelima,Mampu fisiknya secara syariat.Keenam,Tidak sedang haid,nifas,melahirkan saat puasa walaupun tidak ada darah saat melahirkan. Rukun puasa adalah sesuatu yang harus dilakukan saat pelaksanaan puasa. Rukun puasa dalam madzhab Syafi’i ada 4 (empat) yaitu Pertama, Niat dalam hati. Puasa ramadhan dianggap tidak sah tanpa disertai dengan niat yang dilakukan di malam hari sebelum subuh (terbitnya fajar). Kedua,Menahan diri dari makan dan minum walaupun sedikit. Ketiga, Menahan diri dari jima’ (melakukan hubungan intim dengan suami / istri).  Keempat ,Menahan diri dari muntah yang disengaja.

Hal-hal yang Membatalkan Puasa
Menurut Kitab Fatkhul Qorib bahwa ada 10 perkara yang membatalkan puasa Ramadhan atau puasa sunnah yaitu Pertama, Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga atau kepala seperti mulut, kuping, dan lain atau yang tertutup. Kedua,Sampainya sesuatu benda padat atau cair ke dalam perut/rongga yang tertutup. Ketiga,Masuknya obat melalui jalan depan (kemaluan) atau belakang (anus). Keempat, Muntah secara sengaja. Kelima, Hubungan intim (jima’) suami istri dengan sengaja. Keenam, Keluar sperma selain jima’ seperti onani, mengkhayal, atau mencium istrinya dengan syahwat. Ketujuh, Haid. Kedelapan,Nifas. Kesembilan, Gila. Kesepuluh, Murtad atau keluar dari Islam. Adapun Perilaku yang membuat puasa seseorang sah namun tidak mendapat pahala dan fadhilah puasa yaitu ghibah (gosip), adu domba, berbohong, memandang lawan jenis dengan syahwat, sumpah palsu, berkata jorok, porno / jelek.

Manfaat Puasa Ramadhan
Menurut Al Arabiya ada 4 (empat) manfaat yang luar biasa yang bisa dapatkan dari puasa yaitu Perama, Menciptakan ketenangan hati dan pikiran. Di balik indahnya puasa di bulan suci ramdhan, banyak umat muslim mempraktikkan kemurahan hati dengan beramal, berkumpul bersama keluarga di meja ifthar, meningkatkan spiritualitas dengan berdoa dan pengendalian diri dengan berlatih berperilaku baik. Ternyata kebiasaan tersebut membangun perasaan damai, ketenangan, dan kepuasan diri. Kedua, Menurunkan kolesterol jahat. Sebuah studi yang pernah dilakukan oleh Annals of nutrition Metabolism pada 1997 di mana di dalam data tersebut menunjukkan bahwa puasa mampu menurunkan LDL atau kolesterol jahat sebesar 8%, trigliserida sebesar 30%, selain itu juga meningkatkan kolesterol baik sebesar 14.3% sehingga dapat melindungi tubuh dari penyakit jantung. Ketiga,Membantu mengatasi ketergantungan. Banyak orang yang tidak mampu menjauhkan diri mereka dari yang namanya rokok, makanan, minuman, berbohong bahkan bergunjing. Nah, dengan puasa saat seperti ini maka tubuh kita mampu menyesuaikan diri dengan latihan menahan diri dari ketergantungan-ketergantungan yang terjadi saat kita tidak berpuasa. Keempat, Meningkatkan pemecahan lemak dan menurunkan berat badan saat anda sedang berpuasa seperti sekarang ini, cadangan lemak yang ada di tubuh Anda akan diubah menjadi energi yang menggantikan asupan makanan yang menjadi sesering saat tak berpuasa. Jika anda bisa dan mampu mempertahankan kebiasaan makan dengan sedikit makanan tentunya hal tersebut akan sangat membantu membuang lemak yang tak perlu.

Hikmah Puasa untuk Kesehatan
Sebuah hadis dalam kitab At-Targhib Wa Tarhib menyebutkan sabda Rasulullah SAW : Shumu Tasikhu artinya berpuasalah kamu maka niscaya kamu akan sehat. Berpuasa, selain membentuk pribadi yang bertakwa, ternyata bisa menyehatkan jasmani bahkan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit. Berikut pendapat para ahli kesehatan dunia tentang manfaat puasa:

Menurut Dokter MAT Assegaf, ada 63 penyakit yang terjadi dalam tubuh manusia diakibatkan oleh kesalahan pola makan dan minum. Berpuasa didefinisikan sebagai periode tubuh yang pantang mengasup semua jenis makanan atau makanan tertentu. Bertolak belakang dengan persepsi bahwa berpuasa memperburuk kesehatan, justru memiliki banyak manfaat bagi tubuh.Dr Alexius Karl, seorang doktor ahli bedah dan psikiater berkebangsaan Amerika sekaligus peraih hadiah nobel untuk bidang kedokteran, mengemukakan bahwa salah satu cara yang paling ampuh dalam menyehatkan fungsi makanan adalah denga berpuasa. (Majalah al-Wa’yu al Islami, Ramadhan, 1930 H/ 1970 M, terbitan Kementrian Waqaf dan Agama Kuwait). Jalal Saour Berpendapat bahwa berkurangnya cairan pada puasa akan menurunkan heart rate atau kerja jantung, serta mencegah penggumpalan darah yang termasuk penyebab serius panyakit jantung. (Jalal, Riyad, 1990). Elson M Haas MD, Direktur Medical Centre of Marin (sejak 1984) mengatakan bahwa, dalam puasa (cleansing dan detoksifikasi) merupakan bagian dari trilogy nutrisi, balancing, building (toning).  Elson percaya bahwa puasa adalah bagian yang hilang “missing link” dalam diet di dunia Barat. Kebanyakan orang di Barat mengalami over eating atau makan berlebihan, makan dengan protein yang berlebihan, dan lemak yang berlebihan pula. Masih menurutnya, puasa dapat mengobati penyakit seperti Influenza, bronkitis, diare, konstipasi, alergi makanan, asma, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, hipertensi, diabetes, obesitas, kanker, epilepsi, sakit pada punggung, sakit mental, angina pectoris (nyeri dada karena jantung), panas dan insomnia.
Dr Sabah al-Baqir dan kawan-kawan, mengatakan bahwa puasa dapat mengurangi jumlah hormon pemicu stres. Dia bersama tim dari Falkutas kedokteran Universitas King Saud melakukan studi terhadap hormon prolaktin, insulin dan kortisol, pada tujuh orang laki-laki yang berpuasa sebagai sampel. Hasilnya bahwa tidak ada perubahan signifikan pada level kortisol. Dr Riyadh Sulaiman dan kawan-kawan, tahun 1990, dari RS Universitas King Khalid, Riyadh, Saudi Arabia, melakukan penelitian terhadap pengaruh puasa Ramadhan terhadap 47 penderita diabetes jenis kedua (pasien yang tidak tergantung insulin) dan beberapa orang sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puasa bulan Ramadhan tidak menimbulkan penurunan berat badan yang signifikan.
Menurut situs doktersehat.com bahwa pengaruh mekanisme puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, di antaranya yaitu memberikan kesempatan bagi alat pencernaan untuk beristirahat. Membebaskan tubuh dari racun, kotoran, dan ampas yang merusak kesehatan. Memblokir makanan untuk bakteri, virus, dan sel kanker sehingga kuman-kuman tersebut tidak bisa bertahan hidup. Menambah jumlah sel darah putih dan meningkatkan daya tahan tubuh. Pada minggu pertama puasa belum ditemukan pertumbuhan sel darah putih. Namun, mulai hari ketujuh (minggu kedua), penambahan sel darah putih pesat sekali. Darah putih merupakan unsur utama dalam sistem pertahanan tubuh. Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh. Memperbaiki fungsi hormon yang diperlukan dalam berbagai proses fisiologis dan biokimia tubuh. Hormon dikeluarkan oleh kelenjar endokrin dan hipofisis sebagai reaksi tubuh terhadap berbagai tekanan dan stres lingkungan. Kekurangan atau kelebihan produksi hormon tertentu akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Misal ketika mengalami stress, hormon insulin dan adrenalin yang mengatur waktu lapar terganggu sehingga nafsu makan hilang atau bahkan datang lebih cepat. Kekurangan produksi hormon insulin berakibat munculnya penyakit diabetes, sedangkan bila berlebihan tubuh akan menderita hiperglikemia. Pada saat puasa orang akan bersabar dan berusaha menahan amarah dan senantiasa pasrah pada Tuhan. Hal itu akan membuat fungsi hormon berjalan normal sehingga irama hidup lebih harmonis. Meremajakan sel-sel tubuh. Ketika kita berpuasa, organ tubuh berada pada posisi rileks, sehingga mempunyai kesempatan untuk memperbarui sel-selnya. Meningkatkan fungsi organ tubuh. Puasa akan memberikan rangsangan terhadap seluruh sel, jaringan, dan organ tubuh. Efek rangsangan ini akan menghasilkan, memulihkan, dan meningkatkan fungsi organ sesuai fungsi fisiologisnya, misalnya panca indra menjadi lebih tajam. Puasa meningkatkan fungsi organ reproduksi. Hal ini terkait dengan peremajaan sel-sel yang berpengaruh pada sel-sel urogenitalis dan alat-alat reproduksi lainnya. Hormon yang berkaitan dengan masalah perilaku seksual tidak hanya dihasilkan oleh organ indung telur (estrogen) dan testis (testosteron), tetapi juga oleh kelenjar hipofisis.
Oleh karena itu tidaklah merugi bagi orang-orang yang rajin berpuasa,malah justru sudah dijamin kesehatannya oleh Allah SWT. Mari berpuasa ramadhan sebulan penuh untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.


Related Posts

Apa sih Kaitannya Puasa dengan Kesehatan? Simak Ulasannya Berikut Ini !
4/ 5
Oleh